Suatu saat semua rahasia kita akan dibongkar. Dihadapan semua manusia. Bayangkan saja waktu kita masih hidup. Suatu saat ditrempat yang sepi gak ada orang kita berbuat keburukan tiba-tiba ada teman kita yang saleh langsung menemui kita diwaktu kita sedang melakukan itu semua. u akan merasa bodoh bangettt. Dan selama ini kamu berkedok orang yang alim dihadapan semua orang. Sungguh hal yang memalukan yang sangat.


OLEH : IBRAHIM DHUHA

(UKKI STKIP SIDOARJO)

Assalamualaikum wr..wb..

Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan, saat kita Sholat, kita telah mengucap janji kepada Alloh Swt “Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, hidupku dan matiku, hanya untukmu yaAlloh” itulah kalimat janji yang selalu kita lafalkan dalam do’a IFTITAH disetiap Sholat kita.

Ikrar yang telah kita ucapkan itu secara tidak langsung menjadi ikatan batin janji kita kepada Alloh untuk menjadi hamba-Nya yang akan selalu taat kepada-Nya ( menjalan semua perintah – perintah-Nya dan menjahui semua larangan – larangan-Nya )

Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan, sebagai implemantasi janji kita kepada Alloh itu, kita diperintah oleh-Nya untuk ber-Amarma’ruf nahi mungkar ( mengajak orang berbuat baik dan mencegahnya berbuat jelek ), lebi sederhana istilah itu kita sebut DA’WAH.

Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan, ada berbagai macam teknik, media, sistem yang dapat dilakukan oleh seoarang muslim untuk berda’wah. Salah satu diantaranya adalah melalui organisasi keagamaan.

Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan, kita sebagai mahasiswa STKIP telah mempunyai wadah sebagai media untuk da,wah kita di kampus kita tercinta ini, yaitu UKKI ( Unit Kegiatan Keohanian Islam ) yang telah berdiri sejak tgl 18 mei 2008. namun perjalanan UKKI kita hingga saat ini banyak mengalami kemunduran, hal itu banyak disebabkan kita sebagai umat muslim sekaligus masiswa STKIP kurang proaktif

bahkan acuh tak acuh denag keberadaan oraganuisasi ini.

Bukankah Nabi Muhammad saw. Telah mengingatkan kita melalui sabda-Nya “ Bukan termasuk golongan umat Islam, orang yang tidak mempedulikan urusan agama Islam “.

Disisi lain Alloh SWT telah berjanji kepada kita “ Jika kamu menolong agama Alloh, niscaya Alloh akan menolong kamu” ( Q.S. Muhammad : 7 )

Wahai saudaraku seiamn dan seperjuangan , mari kita bangkit kembali, bersatu kembali untuk menda’wakan agama Isalam di kampus kita tercinta ini melalui wadah organisasi UKKI.

Ingat.!! Kebaikan yang tidak terorganisir akan mampu dikalahkan dengan kejahatan yang terorganisir !

Semoga Alloh memberi pertolongan kepada kita berupa kebahagiaaan di dunia dan di Akhirat nanti. Amiiin..!!

Wassalamualaikum wr..wb..


ramadhan-mubarak4

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)


PUISI RAMADHAN

17Mei09

Taubat Ramadhan (Kepada semua jiwa)
by; Diana Gustianawati

Astaghfirullaahaladzim….Astaghfirullaahaladzim…
Ya Rahman..Ya Karim..Ya Rahman..Ya Karim

Ya Rahman, muara kasih hamba-hamba yang fana
Terimalah taubat tengadahnya jemari lautan manusia
dalam keringnya air pada jiwa, dalam penatnya kaki
getar melangkah

Terimalah taubat gurita tua berwajah lembut berhati
singa bersama seluruh hamba sahayanya, sebab dengan
taubatnya berjuta mulut kelaparan akan kembali
mengunyah

Terimalah taubatnya muka meringis para koruptor yang
melempar pundi-pundi dari kantong-kantong yang kotor
Cring…cring…cring…cring..cring..cring
Seribu,dua ribu,tiga ribu,tiga juta,tiga ratus juta,
tiga milyar, tak terhingga
Masya Allah!….betapa banyaknya
Masya Allah!….betapa kerasnya
Masya Allah!….betapa pintanya mereka taubat

Astaghfirullaahaladzim& … astaghfirullaahaladziim ..
Ya Rahman Ya Karim .. Ya Rahman Ya Karim ……………….

Bertaubatlah beribu peluru yang menembus kemanusiaan manusia
Pada berdebunya jalan-jalan, pada berdenyutnya
gedung-gedung,,pada kegilaannya keramaian,pada
kedamaian yang sunyi dan pada kesunyian yang damai

Bertaubatlah manisnya mulut berbau dusta yang telah
telah membasahi sekujur senjatanya dengan harum darah
para syuhada
Bertaubatlah karena airmata telah terlalu banyak
berkata-kata

Bertaubatlah kilatan pedang yang memenggal tegaknya kepala dan jiwa
Yang menohok dada pada sujudnya ruh airmata sajadah
Yang menebas tangan dalam tengadahnya tak lelah pada-Nya
Yang melumpuhkan tegarnya kaki dalam langkah di penjuru bumi fana

Bertaubatlah…bertaubatlah..
bertaubatlah………………………………………..
Astaghfirullaahaladziim..astaghfirullaahaladziim…
Ya Rahman Ya Karim,Ya Rahman Ya Karim …………………


surat-dari-gaza11

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Akhwat dan Ikhwan sekalian yang saya cintai, pada kesempatan ini saya ingin mengirimkan salam dari akhwat dan ikhwan di Gaza. Dengarlah situasi yang kami hadapi dan ceritakan ini pada semua orang yang anda kenal dan tidak anda kenal.

Ketika Zionis menyerang kami tanggal 27 Desember 2008, sebenarnya mereka tidak hanya menyerang Hamas, dan kaum muslimin di Gaza, tapi mereka menyerang umat Islam keseluruhan. Mereka menyerang Islam dengan harapan bahwa mereka akan dapat melemahkan dan akhirnya menghancurkan Islam dan umat Muhammad SAW.

Dan mereka tidak akan pernah berhenti di sini. Mereka ingin merampas Al Aqsa yang kita cintai, mereka ingin Tepi Barat dan percayalah kepadaku jika saya katakan bahwa mereka ingin seluruh Timur Tengah.

Namun mereka tidak akan pernah berhasil. Mereka tidak akan pernah bisa memadamkan cahaya Allah. Insya Allah.

Situasi yang kami hadapi ini sungguh-sungguh mencekam tetapi Iman kami masih kuat Alhamdulillah, walaupun kami tidak memiliki air, dan apabila memang ada, maka air itu sudah tercemar dan mengandung penyakit. Kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. Apabila kita menemukan uang untuk membeli dari penjualnya maka sangat berbahaya bagi kami untuk bepergian untuk mendapat pasokan air yang baru. Kami tidak memiliki gas, dan kami sudah tidak memilikinya selama empat bulan terakhir. Kami memasak sedikit makanan yang kami masak dengan api yang kita telah pelajari untuk mempersiapkannya.

Semua pria disini telah kehilangan pekerjaannya. Saat ini mereka menghabiskan waktu di rumah. Suami saya dapat menghabiskan waktu sehari pergi dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mendapatkan air yang sangat kami perlukan. Dia biasanya kembali dengan tangan hampa. Tidak ada sekolah, tidak ada bank dimana kita dapat menarik uang. Hanya sedikit rumah sakit yang buka bagi orang-orang yang terluka. Anda selalu menyadari risiko yang akan anda hadapi ketika anda keluar rumah dan ketika Anda berada dalam ruangan. Mereka mengenakan jam malam kepada kami antara jam 1-4 sore. Mereka bilang, kita dapat keluar dengan aman untuk mendapatkan kebutuhan kami, tapi itu adalah dusta. Mereka seringkali punya kesempatan untuk menambah syuhada ke dalam daftar mereka.

Sehari kami makan nasi dan keesokan harinya kami makan roti. Daging dan susu adalah barang mewah. Mereka menggunakan bahan kimia di daerah-daerah perbatasan. Mereka tidak hanya membunuh kami dengan peluru dan tank-tank dan pesawat-pesawat B52, tetapi juga mereka membunuh kami secara perlahan dengan membuat anak-anak kami kelaparan, yang menyebabkan munculnya penyakit yang sulit digambarkan yang disebabkan bahan kimia itu dan mereka tertawa atas penderitaan kami yang berkepanjangan dan tak tertahankan ini.

Tapi atas semua hal ini kami diberitahu bahwa orang-orang berdemonstrasi di seluruh dunia. MashAllah, kenyataan bahwa Anda pergi ke kedutaan-kedutaan besar dan meninggalkan rumah Anda benar-benar membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian dalam perjuangan ini.

Tapi Anda dapat pulang pada malam hari dan mengunci pintu. Kami tidak dapat melakukan itu. Saya harus meninggalkan rumah saya di lantai dua setiap malam dan tinggal dengan kakak saya di lantai dasar. Karena seandainya terjadi serangan, kami bisa cepat-cepat keluar dari lantai dasar.

Tetapi umat bertanya-tanya di manakah tentara kaum Muslim? Di manakah kemenangan? Dan di manakah pemimpin sejati kita yang akan menyelamatkan kita dari kematian? Di manakah tentara Salahudin Ayubi? Jangan berharap pada PBB, mereka mengakui Israel sebagai sebuah Negara pada tahun 1949 dan mengunci nasib kami menjadi seperti pada hari ini. Jangan menoleh ke Amerika atau Inggris, bukankah mereka yang menyerbu ummat Islam di Irak dan Afghanistan? Panggilah para tentara di Mesir, Syria, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Di manakah tentara Bangladesh, Negara-negara Teluk, Indonesia dan Libya? Apakah mereka cukup hanya menonton para wanita menjerit meminta pertolongan ketika musuh mengubur anak-anak kecil kami? Apakah kuping mereka tuli hingga tidak bisa mendengar jeritan saudaranya para ikhwan dan akhwat? Bukankah kami memiliki hak untuk makan dan minum dengan selamat dan aman. Bukankah kami juga punya hak untuk tertawa dan hidup dengan memiliki harapan?

Ya, kami lelah. Ketika kami mendengar suara roket dan bom dan melihat pesawat-pesawat yang terbang sangat rendah menghampiri gedung-gedung tempat kami berada, saya berteriak sementara anak-anak dan suami saya merasa putus harapan. Para ikhwan akan tahu seperti apa rasanya ketika merasa putus asa untuk bisa melindungi kehormatan dan kehidupan keluarga Anda. Ada sesuatu yang membunuh dia dari dalam. Kami sering bertanya-tanya kapan mereka akan menjual tanah kami dengan harga murah, apakah serangan ini akan merenggut nyawa seribu atau dua ribu orang. Kami masih menunggu dan melihat. Orang-orang Israel sudah merencanakan di tempat mana mereka akan buat pemukiman baru di Gaza. Seperti inilah keadaan kami.

Tapi dalam semua kejadian ini, tidak ada yang lain selain Allah SWT yang dapat menyelamatkan kami. Jangan lupakan kami karena saat ini Anda semua adalah yang kami miliki. Sedekah anda tidak kami terima, dan ketika mereka membuka perbatasan maka sedekah itu hanya diterima segelintir orang saja yang tidak tahu harus berbuat apa karena akan beresiko bagi hidup kami hanya untuk membeli makanan. Mereka akan membunuh siapapun, siapapun apakah dia adalah anak umur lima tahun yang sedang membawa makanan untuk keluarganya. Kami ingin hidup dari keringat kaum laki-laki kami, bukan dari keringat orang lain karena kami sedang sekarat.

Terus lakukan pekerjaan yang Allah perintahkan dan berdoalah untuk kemenangan yang akan segera datang dan menyelamatkan ummah di segala tempat. InshAllah.

Semoga Allah SWT membuat kami teguh dalam din ini, selama masa perjuangan ini dan selama masa kemudahan. Ya Allah, berilah kemenangan kepada kami segera dan segeralah tegakkan kembali Islam sebagai otoritas yang dengannya kami hidup, Ya Allah, kirimlah kepada kami anak-anak Salahudin, bala tentara Islam untuk menyelamatkan ummat Muhammad SAW dari penindasan di mana kita hidup. Ya Allah lindungilah anak-anak kami dan usirlah kaum zionis dari tanah kami. Ya Allah, hari ini saksikanlah pada hari ini kami telah meminta pertanggung jawaban para pemimpin kami, kami berdoa semoga Engkau segera mengembalikan kepada kami seorang pemimpin sejati, seorang Khalifah. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudaramu Ummu Taqi


Oleh: Idris Hemay

Tak lama lagi, tepatnya 13 bulan ke depan, Indonesia akan menggelar pemilu secara langsung kali kedua. Sudah tentu, suhu politik kian memanas dan euforia mendirikan partai-partai baru kian bermunculan. Hingga kini, kurang lebih ada sekitar 112-an partai politik baru yang telah mendaftar di Departemen Hukum dan HAM saat ini. Dari sekian banyak partai baru tersebut, setidaknya terdapat sepuluh parpol Islam ataupun parpol yang berbasiskan ormas Islam. Untuk itu, pesta demokrasi 2009 masih akan tetap diwarnai pertarungan parpol Islam.

Pertarungan antarparpol Islam tersebut dapat berimplikasi terhadap parpol Islam itu sendiri, terutama pada parpol Islam lama yang pernah mengikuti pemilu 2004 seperti PPP, PKS, PBB, PBR, PAN maupun PKB. Pertanyaannya, bagaimana pertarungan parpol Islam pada 2009? Pengamat politik Prof. Dr. Azyumardi Azra, menilai bahwa peluang parpol berbasis Islam seperti PPP, PKB, PBB, PAN dan PKS pada Pemilu 2009 masih sangat kecil.

Pernyataan di atas diperkuat oleh hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) oktober 2007, bahwa ditemukan tidak adanya pergeseran yang signifikan dalam area Islam politik pada tingkat elektoral.

Survei LSI menunjukkan bahwa partai Islam dan partai berbasis Ormas Islam masih berada pada level di bawah ketiga partai nasionalis atau sekuler yakni: PDI Perjuangan 20%, Golkar (17,5%) dan PD 14%. Sementara parpol Islam hanya menempati: PKB 4%, PAN 3%, PPP 4% dan PKS 4% dari 1300 jumlah sampel di 33 propinsi dengan margin of error +/- 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%.

Temuan survei di atas tentunya tidak dimaksudkan untuk menggambarkan seluruh perilaku pemilih. Namun setidaknya hal tersebut dapat menjadi tantangan dan intropeksi bagi partai Islam maupun partai berbasis Ormas Islam untuk berbenah diri dan bekerja lebih keras dalam menghadapi pertarungan politik pada pemilu 2009.

Konflik Intern Partai

Sejak Indonesia merdeka sampai saat ini, partai-partai Islam telah banyak terbentuk dan ikut dalam pemilu. Saat ini kehidupan partai-partai Islam kondisinya masih buruk. Secara umum, gambaran partai-partai Islam dalam 10 tahun terakhir diwarnai koflik internal yang berujung pada perpecahan partai sehingga terbentuklah partai Islam baru.

PKB, misalnya, sebagian pendukungnya kini telah mendirikan dan bergabung ke dalam Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Partai ini dipelopori oleh sejumlah politisi dan kiai khos yang tidak sepaham dengan PKB. Karena itu, PKNU dapat membuat warga Nahdliyin terbelah, bahkan PKNU dapat mengurangi konstituen PKB secara signifikan pada 2009.

Tidak hanya dikalangan Nahdliyin, PAN pun mengalami perpecahan. Hal ini ditandai dengan terbentuknya Partai Matahari Bangsa (PMB). Berdirinya PMB dilatarbelakangi oleh kekecewaan kalangan Muhammadiyah terhadap PAN, yang gagal memperjuangkan aspirasi politik warga Muhammadiyah. Karena itu juga, konstituen Muhammadiyah akan menjadi terbelah.

Potret di atas menunjukkan, konflik internal parpol Islam tampaknya akan menjadi masalah utama yang akan menjebak mereka dalam titik nadir berpolitik pada pesta demokrasi 2009. Pecahan partai tersebut dapat diprediksi akan terjadi penggembosan politik pada induk pecahan partai tadi. Jika itu yang terjadi, maka suara partai Islam dan partai berbasis ormas Islam sulit diprediksi untuk memperoleh suara melampaui batas angka 30 % jika ditotal dari angka keseluruhan parpol Islam.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa parpol yang berdasarkan Islam atau menjadikan umat Islam sebagai basisnya, sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda menguat dan terkonsolidasi; masih tetap bergumul dengan pelbagai masalah internal, yang membuat hampir tidak mungkin bagi mereka dapat berkembang menjadi parpol yang kuat, modern, mampu menarik massa pemilih sehingga memiliki peluang yang kuat pada 2009.

Peluang Parpol Islam

Dinamika politik Islam di Indonesia menarik dan unik dibandingkan dengan negara Islam lainnya. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam, tetapi setiap kali Pemilu digelar parpol yang berbasiskan Islam tetap saja mendapatkan dukungan minoritas. Kondisi seperti itu diyakini masih akan terjadi pada Pemilu 2009 mendatang. Pertanyaannya, bagaimana sebetulnya peluang dan seharusnya partai Islam menghadapi pemilu 2009?

Meminjam perspektif Syamsuddin Harris, peluang parpol Islam maupun berbasis massa Islam tidak akan besar pada 2009. Menurutnya, ada pelbagai faktor yang dapat menyebabkan masih minimnya dukungan terhadap parpol Islam pada 2009. Salah satunya, parpol Islam masih kurang responsif terhadap kondisi masyarakat, ideologi partainya cenderung eksklusif serta krisis kepemimpinan dalam tubuh partai.

Dari bermacam faktor di atas, hendaknya parpol Islam melakukan pembenahan intra maupun ekstra untuk meningkatkan dan paling tidak mempertahankan suara pemilihnya. Untuk itu, dalam memperkuat titik lemahnya, setidaknya beberapa hal bisa dilakukan oleh parpol Islam. Pertama, parpol Islam hendaknya responsif terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat dengan harus menjalankan program yang dapat menyelesaikan masalah riil masyarakat, baik bidang pendidikan, pengangguran dan kemiskinan. Karena itu, parpol Islam harus merevitalisasi politik yang simbolik menjadi politik yang substantif, dalam arti menjabarkan secara jelas visi dan misi keislaman ke dalam program dan kerja politik yang relevan di masa kini.

Kedua, partai Islam harus lebih mengedepankan kepentingan jangka panjang daripada jangka pendek partai. Kepentingan jangka panjang dalam arti tidak terjebak pada kekuasaan. Karena kekuasaan akan menjadikan partai-partai Islam melupakan tujuan jangka panjangnya. Dan sejauh ini, sindrom itulah yang masih menjangkiti parpol Islam.

Ketiga, parpol Islam hendaknya bisa menjaga fatsoen politiknya. Melakukan hal ini perlu hati-hati karena kerakusan dalam berpolitik akan menjadikan boomerang yang siap menghantam bangunan karakter partai yang telah terbentuk secara mapan.

Terakhir, parpol Islam hendaknya menggunakan manajemen modern dalam mengelola partai. Saat ini, manajemen keuangan parpol Islam belum memiliki sumber dan pengelolaan keuangan yang baik. Ini disebabkan oleh tidak adanya manajemen dan sumber keuangan yang jelas dalam partai. Selama ini, dapat disinyalir terjadinya konglemerasi dalam partai Islam. Konglemerasi dalam arti para konglemerat berada di belakang sumber keuangan partai-partai Islam yang pemasukan dan pengelolaan dananya dilakukan secara rahasia dan tertutup.

Melihat berbagai potret di atas, parpol Islam harus segera melakukan rekontruksi dan penataan mendasar agar posisinya pada 2009 meningkat dan membaik. Di samping itu, partai-partai Islam harus mempersiapkan kader-kadernya yang mampuni untuk menyuplai penyelenggara negara yang dapat memberikan solusi dan menyelesaikan persoalan kebangsaan yang multidimensi baik di bidang ekonommi, budaya dan sosial politik.


ukki1

UKKI (Unit Kegiatan Kerohanian Islam) STKIP PGRI Sidoarjo adalah lembaga dakwah kampus yang bergerak dalam bidang pengadaan kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala sesuai dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Pembentukan UKKI ini dilandasi oleh Q.S. Ali Imron :104 artinya:”Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

Tujuan Pembentukan UKKI :

1) Membentuk kondisi masyarakat STKIP PGRI yang Islami.
2) Membina mahasiswa muslim STKIP PGRI dan masyarakat sekitar kampus.

UKKI punya 7 divisi, 1 badan dan 3 tim yaitu :

Divisi Kaderisasi

yang bertugas untuk menjaga kesinambungan dakwah UKKI dengan menyiapkan kader-kader UKKI yang tangguh secara kualitas dan kuantitas serta menyediakan Dukungan kepada seluruh divisi di UKKI dalam perencanaan, pendayagunaan, dan pengembangan SDM.

Divisi Dakwah

Divisi dakwah bertugas melakukan syiar Islam kepada seluruh masyarakat kampus dengan tujuan agar pemikiran dan perilaku masyarakat kampus STKIP PGRI bisa terwarnai oleh nilai-nilai keislaman, sehingga Islam akan nampak di seluruh penjuru kampus STKIP PGRI.

Divisi Usaha Dana dan Sosial

Adalah divisi pendanaan dan sosial yang bertanggung jawab terhadap upaya perolehan sumber dana lembaga dan mengadakan kegiatan sosial.

Divisi Humas

Divisi humas mempunyai tugas untuk menjalin hubungan sosialiasi dan kerja sama dengan pihak yang terkait dengan dakwah.

Divisi Musholla

Dalam pelaksanaan ibadah kepada Allah swt., keberadaan musholla yang suci dan lestari wajib dilaksanakan dan dipenuhi. Oleh karena itu diperlukan adanya divisi musholla yang bertanggung jawab atas musholla STKIP PGRI.

Divisi Keputrian

Sebagai salah satu sarana untuk melahirkan muslimah-muslimah yang berkepribadian tangguh, berani, percaya diri, berpikiran jernih, dan berintelektualitas tinggi tetapi berpijak pada jati dirinya sebagai seorang muslimah, maka divisi keputrian bergerak untuk menangani pembinaan dan pengembangan potensi diri para muslimah.

Badan Pelaksana Mentoring (BPM)

Badan Pelaksana Mentoring(BPM) sebagai badan khusus yang bertugas memberikan pembekalan tsaqofah dan pola pikir Islami terhadap seluruh mahasiswa STKIP PGRI yang dilakukan secara massif dalam kelompok-kelompok kajian kecil.

Tim Majalah Dinding (Mading) UKKI

Tim Mading ini adalah bagian dari divisi Humas yang tugasnya ngurusi majalah dindingnya UKKI.

Tim Website UKKI

Tim ini juga bagian dari Humas yang tugasnya ngurusi websitenya UKKI, mulai dari perancangan (desain), update secara rutin dan pelatihan web khusus bagi tim ini.

Tim Buletin UKKI

Satu lagi bagian dari Humas yaitu tim buletin yang bertanggung jawab ngurusi buletinnya UKKI yang keluar secara berkala.

Tim PKA (Program Kakak Asuh)

Tim PKA ini tugasnya mengordinir program kakak asuh UKKI. Maksudnya tim ini bertugas mencari donator, mengordinir dana dari para donatur untuk disalurkan pada adik-adik asuh yang dalam hal ini adalah anak-anak sekolah yang yatim atau yang tidak mampu tapi juga lumayan berprestasi. Juga ngadain kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan adik-adik asuhnya.

Mudah-mudahan ini bisa memberi gambaran UKKI STKIP PGRI. Bagi semua mahasiswa baru, kami menunggu kiprah antum di kampus STKIP PGRI tercinta. Mari kita gapai pertolongan Allah dengan berdakwah dan berjuang di jalan Allah Swt, serta menjadi generasi perubah untuk mewujudkan kondisi ummat Islam dan bangsa ini lebih baik dari sekarang. Dan tiada kata lain untuk mewujudkan selain kita berjuang bersama-sama untuk membela agama dan memurnikannya dari segala macan kesyirikan dan penyimpangan yang terjadi pada imat sekarang ini . Billahi taufiq wal hidayah.


stkip

Profil STKIP PGRI Sidoarjo

Badan Hukum : YAYASAN PLP-PT PGRI SIDOARJO

Berdiri : 11 Desember 1990

Akte Pendirian : 11 Desember 1990

Alamat : JL JENGGALA KAMPUS KEMIRI SIDOARJO 60149

Telpon : 031-8950181

Faksimili : 031-8071354

Perguruan Tinggi

Berdiri : 11 Desember 1990

Alamat : Jl Jenggala Kampus Kemiri Sidoarjo 60149

Telpon : 031-8950181

Faksimili : 031-8071354

Pengurus

Ketua : DRS. SOEKARNO

Sekretaris : DRS. SAMARI

Bendahara : H. HARMAINI IS

Rektor/Ketua/Direktur : ARTONO, M.Hum

Pembantu/Wakil I : MARIANUS SUBANDOWO

Pembantu/Wakil II : DR NAYONO

Pembantu/Wakil III : Drs DJUWARI, MPD

Visi dan Misi Perguruan Tinggi:

Visi, Misi dan Tujuan STKIP PGRI Sidoarjo tidak dapat dilepaskan dari komitmen gerakan dan kepribadian PGRI sebagai organisasi perjuangan dan organisasi profesi untuk mewujudkan kualitas dan keunggulan sumber daya manusia dalam memperdayakan masyarakat Indonesia. Berdasarkan komitmen tersebut STKIP PGRI Sidoarjo merumuskan visi,misi, fungsi dan tujuan sebagai berikut :

Visi  STKIP PGRI Sidoarjo adalah

mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEK) yang  mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif.

Misi STKIP PGRI Sidoarjo adalah

(a) mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha esa untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

(b)menyiapkan lulusan/ilmuan dibidang kependidikan yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional dengan memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif.

(c) meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

Program Studi

No.

Kode

Program Studi

JP

Tgl. Awal

Mhs
Aktif

Dosen
Tetap
+ DPK

S.K. Dikti

Tgl. S.K

Jenis S.K

Keterangan

1. 84-202 Pendidikan Matematika S1 01-05-1990

354

11

95/D/T/2005 12-01-2005 s.d 12-01-2009 RE-STATUS

***

2. 87-201 Pendidikan Sejarah S1 01-05-1990

341

7

94/D/T/2005 12-01-2005 s.d 12-01-2009 RE-STATUS

***

3. 88-203 Pendidikan Bahasa Inggris S1 01-05-1990

617

11

93/D/T/2005 12-01-2005 s.d 12-01-2009 RE-STATUS

***

Jumlah Total 1312 29





Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.